Senin, 12 Desember 2016

KOLERASI (Statistik & Probabilitas)

Unknown
Assalamualaikum wr wb
Berjumpa lagi dengan ane di blog "Migasain", kali ini ane akan nge-post materi mengenai Kolersi . Materi tersebut tergolong dalam mata kuliah Statistik & Probabilitas yang saya ambil pada semester 3 ini. Baiklah langsung saja simak penjelasan dibawah ini..yuukk cekidot...

1.  PENGERTIAN KORELASI

ILUSTRASI KORELASI (SAMUEL/UCEO)


     Secara sederhana, korelasi dapat diartikan sebagai hubungan. Namun ketika dikembangkan lebih jauh, korelasi tidak hanya dapat dipahami sebatas pengertian tersebut. Korelasi merupakan salah satu teknik analisis dalam statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel yang bersifat kuantitatif. Hubungan dua variabel tersebut dapat terjadi karena adanya hubungan sebab akibat atau dapat pula terjadi karena kebetulan saja. Dua variabel dikatakan berkolerasi apabila perubahan pada variabel yang satu akan diikuti perubahan pada variabel yang lain secara teratur dengan arah yang sama (korelasi positif) atau berlawanan (korelasi negatif). 

    Dalam Matematika, korelasi merupakan ukuran dari seberapa dekat dua variabel berubah dalam hubungan satu sama lain. Sebagai contoh, kita bisa menggunakan tinggi badan dan usia siswa SD sebagai variabel dalam korelasi positif. Semakin tua usia siswa SD, maka tinggi badannya pun menjadi semakin tinggi. Hubungan ini disebut korelasi positif karena kedua variabel mengalami perubahan ke arah yang sama, yakni dengan meningkatnya usia, maka tinggi badan pun ikut meningkat. 

   Sementara itu, kita bisa menggunakan nilai dan tingkat ketidak hadiran siswa sebagai contoh dalam korelasi negatif. Semakin tinggi tingkat ketidak hadiran siswa di kelas, maka nilai yang diperolehnya cenderung semakin rendah. Hubungan ini disebut korelasi negatif karena kedua variabel mengalami perubahan ke arah yang berlawanan, yakni dengan meningkatnya tingkat ketidak hadiran, maka nilai siswa justru menurun.

2.  TUJUAN KORELASI
     Tujuan diadakannya analisis korelasi antara lain:
a.   Untuk mencari bukti terdapat tidaknya hubungan (korelasi) antar variabel,
b.      Bila sudah ada hubungan, untuk melihat besar kecilnya hubungan antar variabel.
c.  Untuk memperoleh kejelasan dan kepastian apakah hubungan tersebut berarti (meyakinkan/ signifikan) atau tidak berarti  (tidak meyakinkan).

3. TIPE KORELASI
  •  Korelasi Linear Positif :

Jika semua titik (X,Y) pada diagram pencar mendekati bentuk garis lurus dan jika arah perubahan kedua variable sama ⇨ Jika X naik, Y juga naik.

  • Korelasi Non-linear:

Jika semua titik (X,Y) pada diagram pencar tidak membentuk garis lurus.

  • Korelasi Negatif:

Jika jika arah perubahan kedua variable tidak sama ⇨ Jika X naik, Y turun.

4. JENIS UJI KORELASI
Jenis uji korelasi
Jika data interval dan normal : Pearson product moment
Jika data ordinal: Spearman rank (rho) atau Kendall rank (tau)
Jika satu interval kontinu dan satu dikotomi : Point-Biserial

5. KARAKTERISTIK KORELASI
Disimbolkan dengan r atau ρ
Nilai korelasi : -1 sampai dengan 1
Arah
– Korelasi Positif : nilai positif antara 0 dan 1; nilai tinggi pada X adalah terkait dengan nilai tinggi pada Y dan sama untuk nilai rendah
– Korelasi Negatif : nilai negatif antara 0 dan -1; nilai tinggi pada X dihubungkan dengan nilai rendah pada Y dan sebaliknya.
• Koefisien determinasi (r2): seberapa besar nilai X dapat menjelaskan nilai Y atau seberapa besar nilai X dapat mempengaruhi nilai Y (kontribusi X terhadap Y)
• Koefisien korelasi (r): keeratan hubungan antara variabel X dengan Y
• Tingkat/kekuatan hubungan
– Hubungan sempurna = 1 atau –1
• Positif : setiap kali nilai X meningkat, maka dapat diprediksi akan semakin meningkat nilai Y (perfect covariance).
• Negatif : setiap kali nilai X meningkat maka diprediksi nilai Y akan menurun
– Nilai r tinggi (mendekati 1 atau –1) mengindikasikan hubungan yang lebih erat,
– Nilai r rendah (mendekati 0) mengindikasikan hubungan yang lebih lemah,
– Hubungan yang mendekati 0 mengindikasikan hubungan yang tidak linear sehingga perubahan X tidak cocok untuk memprediksi perubahan variabel Y
• Dengan korelasi positif sempurna (r = 1), setiap individu mengandung nilai z yang sama persis pada kedua variabel
• Dengan korelasi negatif sempurna (r = -1), setiap individu mengandung nilai z yang sama persis pada kedua variabel tetapi dengan tanda yang berkebalikan.

Rumus Korelasi PPM
Rumus Korelasi PPM
Keterangan :
rxy= koefisien korelasi variabel x dengan variabel y.
xy = jumlah hasil perkalian antara variabel x dengan variabel y.
x = jumlah nilai setiap item.
y = jumlah nilai konstan.
n = jumlah subyek penelitian

6. PENGUJIAN KORELASI
Meskipun telah diperoleh nilai koefisien korelasi dari hasil perhitungan, namun keberartian (signifikansi) nilai tersebut perlu di uji secara statistik.
Hipotesis yang diuji adalah :
Ho : koefisien korelasi adalah sama dengan nol
Ha : koefisien korelasi tidak sama dengan nol, atau signifikan.

Pengujian koefisien ini dilakukan dengan uji-t, sehingga :
Kriteria pengujiannya :
Ho ditolak jika nilai t hitung lebih besar dari t tabel dengan derajat bebas (db/df) = n-2, dan demikian pula sebaliknya.

Karakteristik
Kumpulan Korelasi dari Scatterplot
• Assosiasi
– Lebih kuat hubungan antara dua variabel maka titik-titik data akan lebih mengelompok sepanjang garis bayangan.
– Positif : dari pojok kiri bawah ke kanan atas
– Negatif : dari pojok kiri atas ke kanan bawah

Scatterplot

• Arah
Jika terdapat hubungan antara dua variabel, maka juga akan mengarah ke hubungan positif atau negatif.
– Positif : variabel bergerak atau pindah atau di arah yang sama  ⇑ ⇑
– Negatif : variabel bergerak atau pindah di arah yang berlawanan ⇑⇓

7. PENGERTIAN KEKUATAN HUBUNGAN
Koefisien Determinasi (KP) r 2= x 100%
Proporsi keragaman dalam satu variabel yang
dapat diterangkan oleh variabel lainnya;
Contoh: kecantikan dengan kepandaian
• r = 0.3 ⇨ KP = r 2 x 100%= 0.09 x 100%
• 9% keragaman kepandaian dapat dinilai dari kecantikan
• 91% keragaman sisanya tidak dapat dinilai. Ini disebut koefisien nondeterminasi.
       Penggunaan Korelasi
           - Mengetahui korelasi/hubungan
           - Validitas uji
           - Reliabilitas uji
           - Validasi teori
Contoh Korelasi Pearson Product-Moment
SOAL :
JUDUL :Hubungan Motivasi dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMAN 3 Tangerang Tahun Pelajaran 2011/2012.
Data motivasi (X) :
50, 45, 55, 65, 43, 60, 56, 50, 42, 50, 60, 65
Data Hasil Belajar (Y) :
75, 60, 85, 85, 70, 80, 90, 80, 65, 65, 80, 90
Pertanyaan :
1. Berapakah besar hubungan variabel X terhadap Y ?
2. Berapakah besar sumbangan (kontribusi) variabel X terhadap Y ?
3. Buktikan apakah ada hubungan yang signifikan variabel X terhadap Y !

Penyelesaian :
Langkah-langkah menjawab :
- Langkah 1 : Menentukan hipotesis penelitian ;
Ho : Tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan hasil belajar matematika siswa kelas X SMAN 3 Tangerang tahun pelajaran 2010/2011.
Ha : Ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan hasil belajar matematika siswa kelas X SMAN 3 Tangerang tahun pelajaran 2010/2011.

- Langkah 2 : Menentukan hipotesis statistik
Ho : rxy = 0
Ha : rxy ≠ 0

- Langkah 3 : Membuat tabel penolong untuk menghitung korelasi PPM

- Langkah 4 : Mencari r hitung dengan rumus Pearson Product Moment

- Langkah 5 : Mencari besarnya sumbangan (kontribusi) variabel X terhadap Y dengan rumus :
Artinya : variabel motivasi memberikan kontribusi terhadap hasil belajar matematika siswa sebesar 65,04 % dan sisanya ditentukan oleh variabel lain.

- Langkah 6 : Menguji signifikansi dengan rumus :
Berdasarkan perhitungan dengan mengambil α = 0,05 dan n = 12, uji satu pihak maka :
dk = n – 2 = 12 – 2 = 10 sehingga diperoleh ttabel=1,812.  Ternyata thitung lebih besar dari ttabel atau 4,3132 > 1,812 maka Ho ditolak artinya ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan hasil belajar matematika siswa kelas X SMA PK tahun pelajaran.
2010/2011.

- Langkah 7 : Membuat kesimpulan
Variabel motivasi belajar siswa tergolong kuat, artinya motivasi sangat berperan dalam hasil belajar matematika siswa dengan kontribusi sebesar 65,04 %.

Dari semua penjelasan yang ane paparin diatas, semoga bisa dipahami dan bermanfaat. Sekian postingan ane kali ini, bila ada kritik serta saran silakan berkicau di kolom komentar ya..see you agan-agan semua....

Wassalamualaikum wr wb

Sumber: 





Senin, 10 Oktober 2016

Presentation Cache Memory

Unknown
Assalamualaikum wr wb

Kesempaatan kali ini ane akan nge-post mengenai chace memory, namun materine yang ane post berbentuk file presentasi. YUk kita simak presentasi dibawah ini, Cekidot.....



Semoga bermanfaat bagi agan-agan yang telah menyimak presentasi diatas.
Tengkiyu....

Wassalamualaikum wr wb

Senin, 03 Oktober 2016

Interkoneksi Struktur, Interkoneksi Bus, dan contoh Eksekusi Program

Unknown
Assalamualaikum wr wb

Berjumpa lagi dengan ane di blog "Migasain", kali ini ane akan nge-post materi mengenai Interkoneksi Struktur, Interkoneksi Bus, dan contoh Eksekusi Program. Materi tersebut tergolong dalam mata kuliah Organisasi & Arsitektur Komputer (OAK) yang saya ambil pada semester 3 ini. Baiklah langsung saja simak penjelasan dibawah ini..yuukk cekidot...


 A. Interkoneksi struktur

     Komputer terdiri dari satu set komponen atau modul dari tiga tipe dasar (prosesor, memori, i / o) yang berkomunikasi satu sama lain. Pada dasarnya, komputer adalah jaringan modul bacis. Sehingga harus ada jalan untuk menghubungkan modul.
     Koleksi jalan yang menghubungkan berbagai modul disebut struktur interkoneksi. Desain struktur ini akan tergantung pada pertukaran yang harus dilakukan antara modul.
Angka 3,15 menunjukkan jenis pertukaran yang dibutuhkan oleh yang menunjukkan bentuk utama dari input dan output untuk setiap jenis modul Struktur interkoneksi adalah kumpulan lintasan yang menghubungkan berbagai komponen-komponen seperti CPU, Memory dan i/O, yang saling berkomunikasi satu dengan lainnya.

      1.  CPU
           CPU membaca instruksi dan data, menulis data setelah diolah, dan menggunakan signal-signal kontrol untuk mengontrol operasi sistem secara keseluruhan. CPU juga menerima signal-signal interupt.

       2.  MEMORY
        Memory umumnya modul memory terdiri dari n word yang memiliki panjang yang sama. Masing-masing word diberi alamat numerik yang unik(0,1…,N-1). Sebuah word data dapat dibaca dari memory atau ditulis ke memori. Sifat operasinya ditandai oleh signal-signal control read dan write. Lokasi bagi operasi dispesifikasikan oleh sebuah alamat.
                                     


         3.  I/O
         I/O berfungsi sama dengan memory.Terdapat dua buah operasi, baca dan tulis. Selain itu, modul-modul i/O dapat mengontrol lebih dari 1 perangkat eksternal. Kita dapat mengaitkan interface ke perangkat eksternal sebagai sebuah port dan memberikan alamat yang unik (misalnya,0,1,…,M-1) ke masing-masing port tersebut. Di samping itu, terdapat juga lintasan-lintasan data internal bagi input dan output data dengan suatu perangkat eksternal. Terakhir, modul i/O dapat mengirimkan sinyal-sinyal interupt ke cpu.
                                      

         4.  PROCESSOR
         Prosesor membaca dalam instruksi dan data, menulis data setelah keluar pengolahan, dan menggunakan sinyal kontrol untuk mengendalikan keseluruhan sistem operasi. Juga menerima sinyal interupt.
           Dari  jenis  pertukaran  data  yang  diperlukan  modul  –  modul  komputer,  maka struktur interkoneksi harus mendukung perpindahan data berikut :
        a. Memori ke CPU
            CPU melakukan pembacaan data maupun instruksi dari memori.
        b. CPU ke Memori
            CPU melakukan penyimpanan atau penulisan data ke memori.
        c. I/O ke CPU
            CPU membaca data dari peripheral melalui modul I/O.
        d. CPU ke I/O
            CPU mengirimkan data ke perangkat peripheral melalui modul I/O.
        e. I/O ke Memori atau dari Memori ke I/O
           Digunakan pada sistem DMA.

          Saat  ini   terjadi perkembangan  struktur  interkoneksi,  namun  yang  banyak digunakan adalah  sistem  bus.  Sistem  bus  ada  yang  digunakan  yaitu sistem bus tunggal dan struktur sistem bus campuran, tergantung karakteristik sistemnya.

B.   Interkoneksi Bus

    Bus  merupakan  lintasan  komunikasi  yang  menghubungkan  dua  atau  lebih  komponen  komputer. Karakteristik utama dari bus yaitu sebagai media  transmisi  yang  dapat digunakan bersama oleh sejumlah perangkat yang terhubung padanya. Karena  digunakan  bersama,  diperlukan  pengaturan  agar  tidak  terjadi  tabrakan  data atau kerusakan data yang ditransmisikan. Walaupun digunakan scara bersamaaan, dalam satu waktu hanya ada sebuah perangkat yang dapat menggunakan bus.
         Sebuah bus yang menghubungkan komponen-komponen utama komputer disebut sebagai Bus System. Biasanya sebuah Bus System terdiri dari 50 hingga 100 saluran yang terpisah.
Bus System dapat dibedakan atas:
         1. Data Bus ( Saluran Data )
         2. Address Bus ( Saluran Alamat )
         3. Control Bus ( Saluran Kendali )

      1.      Struktur Bus
          Sebuah bus biasanya terdiri atas beberapa saluran. Sebagai contoh bus data terdiri atas 8 saluran sehingga dalam satu waktu dapat mentransfer data 8 bit. Secara umum fungsi saluran bus dikatagorikan menjadi tiga bagian, yaitu :
              a.   Saluran  data
             Saluran data (data bus) adalah lintasan yang digunakan sebagai perpindahan data antar modul. Secara umum lintasan ini disebut  bus data. Umumnya jumlah saluran terkait dengan panjang word, misalnya 8, 16, 32. Saluran ini bertujuan agar mentransfer word dalam sekali waktu. Jumlah saluran dalam bus data disebut lebar bus, dengan satuan bit, misal : lebar bus 16 bit.
             b.  Saluran  alamat
                 Saluran alamat (address bus) digunakan untuk menspesifikasi sumber dan tujuan data pada bus data. Saluran ini digunakan untuk mengirim alamat word pada memori yang akan diakses CPU. Juga digunakan untuk saluran alamat perangkat modul komputer saat CPU  mengakses suatu modul. Perlu diketahui, semua peralatan yang terhubung dengan sistem komputer, agar dapat diakses harus memiliki alamat. Misalnya mengakses port I/O, maka port I/O harus memiliki alamat hardware-nya.
            c. Saluran  kontrol.
               Saluran kontrol (control  bus) digunakan untuk mengontrol bus data, bus alamat dan seluruh modul yang ada. Karena bus data dan bus alamat digunakan oleh semua komponen maka diperlukan suatu mekanisme kerja yang dikontrol melalui bus kontrol ini. Sinyal–sinyal kontrol terdiri atas sinyal pewaktuan dan sinyal–sinyal perintah. Sinyal pewaktuan menandakan validitas data dan alamat, sedangkan sinyal perintah berfungsi membentuk suatu operasi.

Secara umum saluran kontrol meliputi :
o Memory Write, memerintahkan data pada bus yang akan dituliskan ke dalam lokasi alamat.
o Memory Read memerintahkan data dari lokasi alamat ditempatkan pada bus data.
o I/O Write, memerintahkan data pada bus dikirim ke lokasi port I/O.
o I/O Read, memerintahkan data dari port I/O ditempatkan pada bus data.
o Transfer  ACK,  menunjukkan  data  telah  diterima  dari  bus  atau  data  telah ditempatkan pada bus.
o Bus Request, menunjukkan bahwa modul memerlukan kontrol bus.
o Bus  Grant,  menunjukkan modul yang melakukan request telah  diberi hak mengontrol bus.
o Interrupt Request, menandakan adanya penangguhan interupsi dari modul.
o Interrupt ACK, menunjukkan penangguhan interupsi telah diketahui CPU.
o Clock, kontrol untuk sinkronisasi operasi antar modul.
o Reset, digunakan untuk menginisialisasi seluruh modul.

       Secara fisik bus adalah konduktor  listrik  yang dihubngkan secara paralel yang berfungsi menghubungkan modul–modul. Konduktor ini biasanya adalah saluran utama pada PCB motherboard dengan layout tertentu sehingga didapat fleksibilitas penggunaan. Untuk modul I/O biasanya dibuat slot bus yang mudah dipasang dan dilepas, seperti slot PCI dan ISA. Sedangkan untuk chips akan terhubung melalui pinnya.

      2.    Prinsip Operasi

Prinsip operasi bus adalah sebagai berikut :
            Operasi pengiriman data ke modul lainnya :
            1) Meminta penggunaan bus.
           2) Apabila telah disetujui, modul akan memindahkan data yang diinginkan ke modul yang                       dituju.
           Operasi meminta data dari modul lainnya :
           1) Meminta penggunaan bus.
           2) Mengirim request ke modul yang dituju melalui saluran kontrol dan alamat yang sesuai.
           3) Menunggu modul yang dituju mengirimkan data yang diinginkan.

    3.   Hierarki Multiple Bus
            Bila terlalu banyak modul atau perangkat dihubungkan pada bus maka akan terjadi penurunan kinerja.
            Faktor – faktor :
      > Semakin besar delay propagasi untuk mengkoordinasikan penggunaan bus.
      > Antrian penggunaan bus semakin panjang.
      > Dimungkinkan habisnya kapasitas transfer bus sehingga memperlambat data.

    4.   Elemen-Elemen Rancangan Bus
Rancangan suatu bus dapat dibedakan atau diklasifikasikan oleh elemen-elemen sebagai berikut :
          1. Jenis bus
          2. Metode Arbitrasi
          3. Timing
          4. Lebar Bus
          5. Jenis Transfer Data

    5.  Jenis Bus
Jenis bus dapat dibedakan atas :
        1. Dedicated
        Merupakan metode di mana setiap bus ( saluran ) secara permanen diberi fungsi atau subset fisik komponen komputer.
        2. Time Multiplexed
        Merupakan metode penggunaan bus yang sama untuk berbagai keperluan,sehingga menghemat ruang dan biaya.

    6. Metode Arbitrasi
Metode arbitrasi adalah metode pengaturan dari penggunaan bus, dan dapat dibedakan atas :
        1. Tersentralisasi : menggunakan arbiter sebagai pengatur sentral
        2. Terdistribusi : setiap bus memiliki access control logic

     7.  Timing
Timing berkaitan dengan cara terjadinya event yang diatur pada bus system, dan dapat dibedakan atas :
       1. Synchronous
           Terjadinya event pada bus ditentukan oleh clock ( pewaktu )
       2. Asynchronous
           Terjadinya sebuah event pada bus mengikuti dan tergantung pada event sebelumnya
     8.  Lebar Bus
Semakin lebar bus data, semakin besar bit yang dapat ditransfer pada suatu saat.

     9.  Jenis Transfer Data
Transfer data yang menggunakan bus di antaranya adalah :
         1. Operasi Read
         2. Operasi Write
         3. Operasi Read Modify Write
         4. Operasi Read After Write
         5. Operasi Block

     10.  PCI
          PCI adalah singkatan dari Peripheral Component Interconnect dan merupakan bus yang tidak tergantung pada prosesor, berbandwith tinggi serta dapat berfungsi sebagai mezzanine atau bus peripheral.
       PCI memberikan sistem yang lebih baik bagi subsistem I/O berkecepatan tinggi , seperti : graphic display adapter, network interface controller, dan disc controller
        PCI dirancang untuk mendukung bermacam-macam konfigurasi berbasiskan mikroprosesor, baik sistem mikroprosesor tunggal ataupun sistem mikroprosesor jamak. Karena itu PCI memanfaatkan timing synchronous dan pola arbitrasi tersentralisasi untuk memberikan sejumlah fungsi.

      11.  Future Bus +
Future Bus + adalah standar bus asinkron berkinerja tinggi yang dibuat oleh IEEE dan didasarkan atas:
          1. Tidak tergantung pada arsitektur, prosesor dan teknologi
              tertentu
          2. Memiliki protokol transfer asinkron dasar 
          3. Menyediakan dukungan bagi sistem-sistem yang fault tolerant
              dan memiliki reliabilitas yang tinggi
          4. Menawarkan dukungan langsung terhadap memori berbasis
              cache yang dapat digunakan bersama
          5. Memberikan definisi transportasi pesan yang kompetibel

C.   Eksekusi Program

       1.     Siklus Eksekusi Program
         Cara kerja CPU ialah ketika data serta atau instruksi dimasukkan ke processing devices, pertama sekali diletakkan di MAA(melalui Input-storage), yakni apabila berbentuk instruksi ditampung oleh Control Unit diProgram-storage, namun apabila berbentuk data ditampung diWorking-storage. Jika register siap untuk menerima pengerjaan eksekusi, maka Control Unit akan mengambil instruksi dari Program-storage untuk ditampungkan ke Instruction Register, sedangkan alamat memori yang berisikan instruksi tersebut ditampung di Program Counter. Sedangkan data diambil oleh Control Unit dari Working-storage untuk ditampung di General-purpose register (dalam hal ini di Operand-register).
        Jika berdasar instruksi pengerjaan yang dilakukan adalah aritmatika dan logika, maka ALU akan mengambil alih operasi untuk mengerjakan berdasar instruksi yang ditetapkan. Hasilnya ditampung pada akumulator. Apabila hasil pengolahan telah selesai, maka Control Unit akan mengambil hasil pengolahan di akumulator untuk ditampung kembali ke Working-storage. Jika pengerjaan keseluruhan telah selesai, maka Control Unit akan mengambil kembali hasil pengolahan dari Working-storage untuk ditampung ke Output-storage. Lalu selanjutnya dari Output-storage, hasil pengolahan akan ditampilkan kepada output-devices.

Siklus Instruksi terdiri atas siklus fetch dan siklus eksekusi:
    > Siklus Fetch
       Pada setiap siklus instruksi, CPU awalnya akan membaca instruksi dari memori. Terdapat register dalam CPU yang berfungsi mengawasi dan menghitung instruksi selanjutnya, yang disebut dengan Program Counter (PC). PC akan menambah satu hitungannya setiap kali CPU membaca instruksi. Instruksi-instruksi yang dibaca akan dibuat dalam register instruksi (IR). Instruksi-instruksi ini dalam bentuk kode-kode biner yang dapat di interprestasikan oleh CPU kemudian dilakukan aksi yang diperlukan.
    > Siklus Eksekusi
       Instruction Address Calculation (IAC), yaitu mengkalkulasikan atau menentukan alamat instruksi berikutnya yang akan dieksekusi. Instruction Fetch (IF), yaitu membaca atau mengambil instruksi dari lokasi memorinya ke CPU. Instruction Operation Decoding (IOD), yaitu menganalisa instruksi untuk menentukan jenis operasi yang akan dibentuk dan operand yang akan digunakan. Operator Address Calculation (OAC), yaitu menentukan alamat operand, hal ini dilakukan apabila melibatkan referensi operand pada memori. Operand Fetch (OF), mengambil operand dari memori atau dari modul I/O. Data Operation (DO), yaitu membentuk operasi yang diperintahkan dalam instruksi. Operand Store (OS), yaitu menyimpan hasil eksekusi ke dalam memori.
    > Aksi CPU
CPU – Memori, perpindahan data dari CPU ke memori dan sebaliknya. CPU – I/O, perpindahan data dari CPU ke modul I/O dan sebaliknya. Pengolahan Data, CPU membentuk sejumlah operasi aritmatika dan logika terhadap data. Kontrol, merupakan instruksi untuk pengontrolan fungsi atau kerja. Misalnya instruksi pengubahan urusan eksekusi.
   > Fungsi Interupsi
Mekanisme penghentian atau pengalihan pengolahan instruksi dalam CPU kepada routine interupsi. Hampir semua modul (memori dan I/O) memiliki mekanisme yang dapat menginterupsi kerja CPU.
   > Tujuan Interupsi
Secara umum untuk manajemen pengeksekusian routine instruksi agar efektif dan efisien antar CPU dan modul-modul I/O maupun memori. Setiap komponen computer dapat menjalankan tugasnya secara bersamaan, tetapi kendali terletak pada CPU disamping itu kecepatan eksekusi masing-masing modul berbeda. Dapat sebagai sinkronisasi kerja antar modul
   > Kelas Sinyal Interupsi
Program, yaitu interupsi yang dibangkitkan dengan beberapa kondisi yang terjadi pada hasil eksekusi program. Contohnya : aritmatika overflow, pembagian nol, operasi ilegal. Timer, adalah interupsi yang dibangkitkan perwaktuan dalam processor. Sinyal ini memungkinkan sistem operasi menjalankan fungsi tertentu secara reguler. I/O, sinyal interupsi yang dibangkitkan oleh modul I/O sehubungan pemberitahuan kondisi error dan penyelesaian suatu operasi. Hardware failure, adalah interupsi yang dibangkitkan oleh kegagalan daya atau kesalahan paritas memori.
   > Proses Interupsi
Dengan adanya mekanisme interupsi, prosesor dapat digunakan untuk mengeksekusi instruksi-instruksi lain. Saat suatu modul telah selesai menjalankan tugasnya dan siap menerima tugas berikutnya, maka modul ini akan mengirimkan permintaan interupsi ke prosesor. Kemudian prosesor akan menghentikan eksekusi yang dijalankannya untuk menghandle routine interupsi. Setelah program interupsi selesai, maka prosesor akan melanjutkan eksekusi programnya.Saat sinyal interupsi diterima prosesor ada dua kemungkinan tindakan, yaitu interupsi diterima/ditolak dan interupsi ditolak. 

                               Contoh Eksekusi Program

Berisi memori dan register-regiser dalam heksadesimal


Gambar diatas memperlihatkan contoh siklus eksekusi sebuah instruksi yang terdiri dari 6 tahap, yaitu :

a).  Karena PC (Program Counter) berisi angka 300, maka instruksi yang akan diambil adalah instruksi yang terletak di memori alamat 300, yaitu instruksi dengan kode 1940. Instruksi tersebut diambil dari memori kemudian disimpan di register instruksi (Instruction Register). 
b). Misalkan kode 1940 merupakan instruksi dengan kode operasi (Operation Code, opcode) 1, diikuti dengan 940 yang merupakan alamat operand. Opcode 1 berarti instruksi untuk mengcopy data dari alamat operand (dalam hal ini 940) ke akumulator. Maka data yang terletak di alamat 940 dicopy ke accumulator untuk diproses dalam siklus eksekusi ini. 
c).  Setelah itu isi PC ditambah satu (incremented) sehingga isinya menjadi 301. Artinya, instruksi berikutnya yang harus diambil dari memori dan dieksekusi terletak di memori alamat 301, yaitu instruksi dengan kode 5941. Instruksi tersebut mengandung opcode 5 dan alamat operand 941.
d).   Karena 5 berarti penjumlahan antara isi akumulator dengan isi memori yang alamatnya diberikan di sebelah angka 5, maka isi akumulator dijumlahkan dengan isi memori alamat 941. Kemudian hasil penjumlahannya dikembalikan ke akumulator. 
e).  Setelah PC ditambah satu, maka isinya menjadi 302, sehingga instruksi berikutnya yang diambil dari memori adalah 2941, yaitu opcode 2 dan operand. 
f).   Arti 2941 adalah perintah untuk mengcopy isi akumulator ke memori alamat 941.

Dari semua penjelasan yang ane paparin diatas, semoga bisa dipahami dan bermanfaat. Sekian postingan ane kali ini, bila ada kritik serta saran silakan berkicau di kolom komentar ya..see you agan-agan semua....

Wassalamualaikum wr wb

Sumber :  PENJELASAN TENTANG STRUKTUR DAN INTERKONEKSI BUS ~ All Kinds of Files in One Blog